Menjaga Sanad Adat dan Agama: Sinergi Agung Kerajaan Negeri Daya dan SMP Darun Nizham Cetak Generasi Berkarakter di Aceh Jaya
LAMNO, KERAJAAN NEGERI DAYA — Di tengah arus pesat digitalisasi global yang perlahan mengikis benteng budaya serta karakter generasi muda, sebuah terobosan monumental terpancar dari persada Kerajaan Negeri Daya, Kabupaten Aceh Jaya. Melalui sinergi erat antara keagungan tradisi kesultanan dan modernitas pendidikan formal di SMP Darun Nizham, perhelatan edukatif berbasis kearifan lokal sukses digelar sebagai jawaban atas krisis identitas bangsa.
Perhelatan yang dirangkai dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini tidak sekadar menjadi seremoni keagamaan biasa, melainkan panggung integrasi antara nilai spiritualitas, penguatan akar sejarah, dan kompetensi intelektual bagi murid tingkat SD, MI, dan TPA di wilayah Aceh Jaya.
Kepemimpinan Transformasional: Jembatan Adat dan Akademis
Dinamika utama keberhasilan gerakan ini berakar dari sintesis kepemimpinan transformasional Ridwan, S.Pd.I., MA, M.Pd. Beliau memangku amanah ganda yang sangat strategis: sebagai Kepala Sekolah SMP Darun Nizham sekaligus Wazir Katibul Muluk Kerajaan Negeri Daya. Di tengah aktivitasnya menempuh studi doktor di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ridwan berhasil menjembatani birokrasi pendidikan modern dengan tanggung jawab pelestarian adat istiadat kesultanan.
Dualisme peran ini melahirkan rancangan edukasi interaktif yang menepis stereotip bahwa pembelajaran sejarah dan keagamaan itu menjenuhkan. Melalui metode pedagogi inovatif seperti Picture and Picture, babak Koboy, hingga dinamika kelompok Tat Tik Bom, para siswa diajak berkompetisi secara sehat dalam ajang Penutur Sejarah, Tahfiz Al-Qur’an, dan Lomba Cerdas Tangkas Cermat dan Familiyar (CTCF).
Dalam kompetisi tersebut, MIS Tuwei Kareung Pasie Raya berhasil keluar sebagai Juara Pertama, disusul oleh SDN 3 Pasie Raya di posisi kedua dan SDN 5 Pasie Raya di posisi ketiga. Persaingan ini membuktikan bahwa penguatan kapasitas intelektual dan emosional anak dapat tumbuh seimbang melalui pendekatan budaya yang menyenangkan.
Peluncuran KALAM PRABU: Legitimasi Moral dan Resolusi Pendidikan
Puncak kekhidmatan acara ditandai dengan pengukuhan inovasi KALAM PRABU (Kearifan Lokal Akhlak Mulia Pendidikan Religius Anak Berbudaya). Inovasi ini dihadirkan sebagai kerangka aksi nyata untuk mengatasi model pendidikan karakter yang selama ini kerap terjebak dalam teori formalistis.
Kehadiran jajaran Raja dan Tokoh Adat Aceh, termasuk DYMM Paduka Seri Baginda Sultan Saifullah Alaiddin Riayat Syah serta Dato’ Kiam Radja TG. Prof. DR(HC) Fekri Juliansyah, Ph.D., memberikan legitimasi moral yang sangat kuat. Penyerahan penghargaan dan piala secara langsung oleh para pemegang mandat sejarah Kerajaan mengirimkan pesan mendalam kepada para peserta didik bahwa prestasi mereka dinaungi dan diakui oleh budaya leluhurnya.
“Langkah ini sangat krusial agar generasi penerus bangsa tidak kehilangan akar sejarahnya, serta mampu menghargai, mencintai, dan mempercayai identitas budayanya sendiri di mata dunia,” tegas Dato’ Fekri Juliansyah dalam titahnya.
Ziarah Sejarah: Menghidupkan Sanad Budaya dan Keumatan
Komitmen Kerajaan Negeri Daya dan SMP Darun Nizham tidak berhenti di dalam batas ruang kelas atau panggung penyerahan hadiah. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan safari budaya dan ziarah sejarah hingga ke wilayah Aceh Barat.
Para peserta dan rombongan melakukan penelusuran sejarah ke Makam Raja Teunom, Monumen Pahlawan Nasional Teuku Umar, hingga Makam ulama kharismatik Abu Ibrahim Woyla. Metodologi ini menegaskan prinsip utama Kerajaan: pendidikan sejarah tidak boleh hanya berhenti sebagai bacaan di atas kertas, tetapi harus dihidupi, dirasakan, dan diselami secara langsung. Sinergi antara lembaga pendidikan, pemangku adat, pejuang masa lalu, dan ulama melahirkan ekosistem sanad budaya yang kokoh.
Cetak Biru Pendidikan Karakter untuk Nusantara
Dari pelosok Kerajaan Negeri Daya di Aceh Jaya, lahir tiga pelajaran penting yang sangat relevan bagi pembenahan peta pendidikan nasional:
-
Kearifan Lokal Adalah Aset Utama
Pembentukan karakter berbasis adat lokal terbukti berjalan selaras dengan tuntutan kompetensi abad ke-21 tanpa harus mengorbankan identitas bangsa.
-
Sinergi Lintas Sektor yang Kokoh
Kolaborasi antara praktisi sekolah, majelis adat kesultanan, dan pemerintah daerah terbukti mampu membangun fondasi moral yang solid bagi sekolah.
-
Kepemimpinan Visioner Berbasis Akar Sejarah
Diperlukan pemimpin pendidikan yang berani menembus sekat formalitas untuk merangkul potensi sejarah kawasannya demi kemajuan anak didik.
Inisiatif Kerajaan Negeri Daya dan SMP Darun Nizham telah membuktikan bahwa jawaban atas krisis identitas generasi muda Nusantara tidak perlu dicari jauh ke luar. Jawaban itu telah tertanam kuat di akar sejarah dan adat bangsa sendiri—tugas kita adalah merawat dan mengemasnya secara relevan bagi masa depan.
Dikeluarkan di: Lamno, Aceh Jaya
Atas Nama: Sekretariat Wazir Katibul Muluk Kerajaan Negeri Daya