Sinergi Keagungan Adat dan Pendidikan: Kunjungan Rombongan Radja Negeri Daya Tandai Pengukuhan Inovasi KALAM PRABU dan Situs Cagar Budaya
Sebuah momen bersejarah yang langka dan penuh dengan nilai kebudayaan tinggi siap digelar di Bumi Teuku Umar, Aceh Barat. Pertemuan adat, sejarah, dan dunia pendidikan ini diadakan bulan September diinisiasi oleh Kepala SMP Darun Nizham sekaligus Wazir Katibul Mulk Kerajaan Neerui Daya, Ridwan, S.Pd.I., MA, M.Pd. Peristiwa istimewa ini menghadirkan jajaran tamu agung dari penjuru nusantara untuk memperkuat sinergi pelestarian karakter lokal dan pendidikan.

Dalam audiensi persiapan kunjungan, terungkap kehadiran DYMM Paduka Seri Baginda Sultan Saifullah Alaiddin Riayat Syah (Raja Negeri Daya & Pemangku Kesultanan Aceh Darussalam) bersama Dato’ Kiam Radja TG. Prof.Dr.(HC) Fekri Juliansyah, Ph.D. (Ketua Lembaga Dzurriyat Raja Sultan Se-Nusantara). Selain itu, lima Raja Aceh Darussalam beserta para pangeran dan permaisuri juga dipastikan turut hadir memeriahkan rangkaian agenda bersejarah ini.
Mengukuhkan Budaya Lewat KALAM PRABU
Acara puncak di SMP Darun Nizham ditandai dengan Pengukuhan Inovasi KALAM PRABU (Kearifan Lokal Akhlak Mulia Pendidikan Religius Anak Berbudaya). Program ini dirancang untuk menanamkan pendidikan karakter berbasis keagamaan dan adat istiadat sejak dini hingga para generasi muda.
Rangkaian acara di lingkungan sekolah mencakup:
Pengukuhan Inovasi KALAM PRABU sebagai standar karakter anak bangsa yang dihapuskan pada kearifan lokal.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) & Prasasti untuk pelestarian budaya dan pendidikan.
Penganugerahan Tokoh Mitra Strategis Lintas Sektor kepada para pihak yang berkontribusi nyata menjaga integritas sejarah serta kemajuan pendidikan.
Ridwan, yang juga tengah menempuh pendidikan sebagai Kandidat Doktor Ilmu Pendidikan di Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, mengungkapkan rasa haru serta apresiasi mendalamnya.
“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas pelayanan prima dari Prokopim, Bagian Umum, dan ADC Aceh Barat. Semoga seluruh rangkaian kunjungan rombongan ke Aceh Barat dan situs-situs cagar budaya dapat berjalan dengan lancar, membawa keberkahan, serta bermanfaat bagi kita semua dalam lindungan Allah SWT,” ungkap Ridwan.
Ziarah Sejarah dan Napak Tilas Tokoh Nusantara
Setelah penandatanganan dan pengukuhan inovasi di SMP Darun Nizham, rombongan raja dan ulama dijadwalkan melanjutkan perjalanan napak tilas sejarah ke berbagai situs penting di Aceh Barat:
Kediaman & Makam Raja Teunom: Merawat mengingat sejarah garis keturunan dan kepemimpinan lokal.
Monumen Kupiah Teuku Umar: Penghormatan atas perjuangan pahlawan nasional.
Silaturrahmi Resmi bersama Bupati Aceh Barat: Memperkuat sinergi antara pemangku adat dan pemerintah daerah.
Makam Pahlawan Nasional Teuku Umar: Ziarah keagungan perjuangan tanah Aceh.
Dayah/Pesantren Teuku Suman Teuga: Merajut silaturrahmi keagamaan dan keilmuan.
Makam Abu Ibrahim Woyla: Ziarah ke makam ulama kharismatik Aceh yang dicintai masyarakat.
Merawat Amanah Syariat dan Budaya Tak Benda
Kunjungan ini mendapat tanggapan dan dukungan penuh dari pimpinan adat nusantara. Ketua Lembaga Dzurriyat Raja Sultan Se-Nusantara, Dato’ Kiam Radja TG. Prof. Dr. (HC) Fekri Juliansyah, Ph.D., mengapresiasi kerja keras panitia pelaksana yang berhasil menyusun agenda strategis berdimensi pendidikan dan kebudayaan ini.
“Mari kita bersama-sama merawat amanah syariat dan warisan budaya tak benda ini. Langkah ini sangat penting agar generasi penerus bangsa tidak kehilangan akar sejarahnya, serta tumbuh menjadi pribadi yang menghargai dan melindungi budayanya sendiri,” tegas beliau.
Peristiwa ini tak sekadar menjadi momen seremoni, namun menjadi pemantik inspirasi bagi seluruh daerah di nusantara untuk terus menyatukan nilai-nilai pendidikan modern, kearifan adat lokal, dan penghormatan terhadap sejarah pahlawan bangsa.
Krue semangat