
ACEH JAYA – Sebuah momentum bersejarah yang sarat akan nilai kemanusiaan, pendidikan, dan pelestarian budaya siap menghentak bumi Serambi Mekkah. Dua lembaga pendidikan swasta terkemuka di Kabupaten Aceh Jaya, SMP Darun Nizham dan SMPS IT Nurul Huda Ladang Baroe (18=08-2026), kini memasuki tahap akhir kesiapan (finishing) dalam menyambut Kunjungan Agung DYMM Paduka Seri Baginda Sultan Saifullah Alaiddin Riayat Syah (Raja Negeri Daya & Pemangku Kesultanan Aceh Darussalam) bersama Dato’ Kiam Radja TG. Prof. DR (HC) Fekri Juliansyah, Ph.D. (Ketua Lembaga Dzurriyat Raja Sultan Se-Nusantara).
Kunjungan resmi yang dijadwalkan turut dihadiri oleh lima Raja Aceh ini menjadi simbol kebangkitan sinergi masif antara takhta adat, tokoh pendidikan, dan para cendekiawan dalam merawat peradaban bangsa. Usai kesuksesan Pengukuhan Inovasi KALAM PRABU (Kearifan Lokal Akhlak Mulia Pendidikan Religius Anak Berbudaya) di SMP Darun Nizham, fokus rombongan keesokan harinya tertuju ke SMPS IT Nurul Huda Ladang Baroe Panga sebagai salah satu destinasi utama.
Peran Ganda Mengabdi untuk Syariat, Budaya, dan Pendidikan
Perjalanan inspiratif ini semakin menguat berkat kemitraan strategis yang terjalin erat di bawah pengawalan Ridwan, S.Pd.I., M.A., M.Pd. Beliau tidak hanya menjabat sebagai Kepala SMP Darun Nizham sekaligus kandidat Doktor Pendidikan Pascasarjana UIN Ar-Raniry, tetapi juga mengemban amanah agung sebagai Wazir Katibul Muluk Kerajaan Negeri Daya—pengurus administrasi kerajaan mulai dari titah, penghargaan, hingga sumpah Raja.
Berdasarkan progres observasi, komunikasi, koordinasi, dan sterilisasi lapangan yang dilakukannya bersama tim utusan, Ridwan menegaskan bahwa seluruh persiapan berjalan luar biasa.
“Atas kehendak Allah SWT yang mengatur segalanya, saya menjalankan tugas ini dengan tulus sebagai bentuk pengabdian dan ibadah mencari ridha-Nya. Respon lembaga mitra bahkan jauh di atas ekspektasi. Kami menawarkan kegiatan ini dengan panggilan hati, amanah syariat, serta budaya Aceh. Alhamdulillah, SMPS IT Nurul Huda menyatakan kesiapan yang sangat matang,” ujar Ridwan.
Sosok Bunda: Pejuang Anak Jalanan yang Layak Bergelar “Laksamana”
Di balik ketangguhan SMPS IT Nurul Huda dan pesantren terpadunya, terdapat kisah pengabdian luar biasa dari pimpinannya, Juliati, S.Ag. Di kalangan rekan sejawat beliau akrab disapa Ibu Jupe (Juliati Panga), namun bagi anak-anak asuh dan masyarakat, beliau adalah sosok Bunda—pengayom hangat yang hadir menggantikan peran orang tua bagi anak-anak yang membutuhkan.
Track record Bunda Jupe dalam bidang perlindungan anak dan perempuan sangat menginspirasi Nusantara. Beliau secara mandiri mengadopsi anak-anak jalanan serta memfasilitasi pendidikan gratis bagi anak yatim piatu dan fakir miskin dari jenjang SD, SMP, hingga Madrasah Aliyah (MA). Atas dedikasi mulia ini, tim utusan Kerajaan menilai beliau sangat layak diusulkan untuk menerima gelar kehormatan “Laksamana” atas keberanian dan keteguhannya menyelamatkan masa depan generasi muda.
Bunda Jupe menyampaikan rasa haru dan apresiasi setinggi-tingginya atas koordinasi masif yang dilakukan tim Kerajaan dan lembaga mitra dalam mempersiapkan kunjungan agung ini.
Sinergi Emas: “Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing”
Kemitraan strategis kedua sekolah ini sejatinya telah terbangun sejak tahun 2022 melalui kerja sama (MoU) bersama 18 sekolah mitra yang rutin menggelar kompetisi dan kegiatan persahabatan tahunan.
Dalam persiapannya, kebersamaan semakin erat dengan hadirnya Operator Sarakata, Ibu Fittri Suzanni, S.Pd.I., bersama jajaran Wakil Humas manajemen sekolah yang turun langsung mematangkan teknis acara. Bahkan, pakaian khusus penyambutan Raja telah didistribusikan kepada pimpinan lembaga.
“Bunda bukan sekadar sosok guru profesional, melainkan ibu sejati yang mengayom siswa dengan sepenuh hati. Kami telah bermitra sejak lama, dan kini saatnya saling mendukung sebagai panitia inti. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul,” tambah Ridwan penuh semangat.
Menyongsong Inovasi KALAM PRABU Berlisensi HKI
Saat ini, seluruh jajaran manajemen dan guru profesional telah dibagi ke dalam 7 tim kerja khusus yang melibatkan tokoh adat serta cendekiawan. Fokus utama mereka adalah menyukseskan dan membumikan gerakan KALAM PRABU, sebuah proyek inovasi pendidikan berbasis budaya lokal yang merangkum 16 program sekolah dan telah resmi mengantongi lisensi Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Agenda besar lintas sektor ini diproyeksikan menjadi perhelatan pendidikan-budaya terbesar di Aceh Jaya. Dengan modal kekompakan tim yang telah teruji nyata, SMP Darun Nizham dan SMPS IT Nurul Huda melangkah optimis, memancarkan inspirasi pendidikan karakter dan pemuliaan tradisi dari Serambi Mekkah untuk seluruh Nusantara.